Connect with us

Berita

Resmi Dilantik, Inilah Susunan PK MATAN UNJ Masa Khidmat 2022-2023

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah Universitas Negeri Jakarta (PK MATAN UNJ) masa khidmat 2022-2023 resmi dilantik oleh Pengurus Wilayah MATAN DKI Jakarta yang dilangsungkan di Gedung Ki Hajar Dewantar, Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Senin (21/03) Pagi.

Acara pelantikan ini dibarengi dengan kegiatan talk show yang diisi oleh pembicara yaitu KH. Sadullah. Dalam acara tersebut hadir pula Rektor Universitas Negeri Jakarta yaitu Prof Komarudin yang menjadi Keynote Speech pada acara Talk show dan pelantikan, selain itu acara ini dihadiri oleh para pembina serta perwakilan organisasi internal dan eksternal di lingkungan Kampus UNJ.

Pembacaan surat keputusan (SK) pada pelantikan ini dibacakan oleh Sohib Arip Suprastio, S.Ag dan ikrar pelantikan dipimpin oleh Sohib Muhammad Afdhol, S.Ag.

Selanjutnya, setelah pelantikan berlangsung ketua MATAN UNJ yaitu Muhammad Sidik, memberikan pidato singkatnya sebagai ucapan terimakasih dan semangat untuk para kader MATAN UNJ.

‘’ Organisasi MATAN ini diinisiasi oleh maulanan Habib Luthfi bin Yahya, satu pesan yang selalu saya ingat dari beliau maulana habib dan saya pun berharap untuk semua kader Matan agar selalu menanamkan pesan tersebut didalam hati sebagai pesan penyemangat   dalam khidmah di MATAN, yaitu pesan “Jangan kecewakan saya” untuk seluruh kader MATAN dimanapun berada,” ujarnya.

Berikut susunan pengurus MATAN UNJ MASA KHIDMAT 2022 – 2023

Ketua                     : Muhammad Sidik
Wakil Ketua           :
Mohamad Faqih

Sekretaris              :
Suci Hadiyatni Putri                                                            
Wakil Sekretaris      : Annisaa Mubarokah Aeni

Bendahara             : Naily Farhana

Wakil Bendahara     : Rizqa Qurrotul

Departemen-Departemen :

Departemen Kajian
Koordinator             : Zainul Muttaqin
Wakil Koordinator    : Nur Indah Safitri

Anggota                  :

Asroil Muhammad 

Naila Fathiyya Salsabila

  Aulia Ni’matul Fauziah    

  Riva Yofan Nurmansyah

  Fadli Ilham Firdaus

  Ruli Syah Ramadhan

  Firman Syahputra 

  Tsamratul Aisyah

  Lastri Nur Aini

   Ulfatul Aliyah

Departemen Kewirausahaan

Koordinator           : Alya Shobihah
Wakil Koordinator    : Sarah Choirunnisa
Anggota                  :

Ainun Hidayatu Rizqi                                                

  Nurhasanah

  Dzikrima Aulia Khairunnisa        

   Nurul Khalipah

   Joelien Rio Listanto       

  Sela Monica

  Mutia Muhlisa      

  Usumia Mandefa

  Mutiah

Departemen Komunikasi dan Informasi

Koordinator           : Adi Cahyono
Wakil Koordinator    : Tri Widodo
Anggota                  :

Akhmad Wahyudin                    

  Saniya Nada Kamilah

  Bayu Pradana Putra

  Sendi Febrian

  M. Asyam Musyaffa Arkaan       

  Silvi Putri

  Pranadi Rachman

Departemen Pengkaderan dan

Pengembangan Sumberdaya Manusia
Koordinator          
: Azhar Rajab   

Wakil Koordinator : Qibtiyah Khoiru Salsabila

Anggota                  :

Adinda Fatimatuzzahra

  Miftahul Jannah

  Aldi Dwi Junianto                                                      

  Muhammad Noufal

  Dea Labita Safina                                                     

  Nurhayati

  Fikri Akmal                                          

  Putri Noer Halyza

  Irfan Maulana                                                           

  Reski Gusti Pangeran

Departemen Minat dan Bakat


Koordinator           :
Alif Shohibudin

Wakil Koordinator   : Achmad Fadillah

Anggota                  :

Azril Mohsen Esmali                                                     

  Mohamad Arsah bin Aris                          

  Debi Tiara Wulan Dari

  Nada Husniyah

  Eep Shahibul Abrary                                                

  Salsabila Fakhraini

  Eghis Pradhika     

  Siti Humairo

  Haikal Syahid Abdullah   

  Zahra Nur Alia

Selanjutnya, Dr. Idris Wasahua selaku Wakil Ketua PW MATAN DKI Jakarta memberikan sambutan serta ucapan selamat kepada para kader MATAN UNJ yang sudah sah dilantik. Beliau juga sangat mengapresiasi kegiatan pelantikan ini dengan memberikan testimoninya selesai acara.

“Jujur pelantikannya sangat keren, Saya bangga sekali dengan acara MATAN UNJ ini, semoga acara yang super keren ini tidak saja berakhir sampai disini tetapi berlanjut kedepannya bisa mengadakan kegiatan – kegiatan yang lebih keren lagi,” ungkapnya.

Pewarta: M. Sidik

Editor: Arip Suprasetio

Berita

Hadiri Ngaji Bulanan Pesma Daarusshohabah, Kiai Nafi Jelaskan Pentingnya Tasawuf

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Khodimut Thariqah Naqsabandiyah KH. Ahmad Nafi menjelaskan setelah tarbiyah syariat, selanjutnya tarbiyah qulub. Ilmu tasawuf, memperbaiki nafsu, membuka hijab. Orang yang sudah bersyariat, berfiqih, bertasawuf maka itulah orang yang sampai pada hakikat.

“Hakikat adalah sempurnanya iman. Yakni, dalam kitab Lathoiful Isyaroh, hidupnya kalbu bersama Allah kapanpun, dimanapun, dengan siapapun. Kita tidak hanya mencegah hawa nafsu saat ibadah, tapi saat dalam pekerjaan,” kata Kiai Nafi saat mengadiri Pengajian Bulanan di Pesantren Mahasiswa Daarusshohabah, Jalan Pemuda Asli II No. 20 RT 03/03, Rawamangun, DKI Jakarta, Kamis (14/09/2023).

Pengasuh PP Raden Rahmat Sunan Ampel Jember ini menyampaikan kalau baik dengan orang yang baik itu wajar. Kalau hati bersih, ketemu orang maksiat atau buruk atau kriminal saja selalu husnuzon.

“Gimana caranya bersih hati? Kita harus tawadlu berhadapan dengan orang maksiat. Itu diterangkan dalam kitab Nasoihul ibad, caranya lihatlah bahwa rahmat Allah mungkin diberikan pada siapapun yang dikehendaki-Nya, sekalipun manusia itu ahli maksiat. Jika dia mendapat hidayah, bisa husnul khatimah. Kita tidak bisa menjamin bisa husnul khotimah,” jelasnya.

“Bencilah pada perilakunya, jangan benci pada orangnya. Ketika kita tidak bisa tawadlu, berarti ada kesombongan dalam hati,” tambahnya.

Menurut Kiai Nafi, cita-cita mulia adalah baik di dunia dan akhirat, tercegah dari neraka, masuk surga tanpa melihat neraka, tanpa hisab. Gimana caranya? Jadilah orang-orang pilihan Allah. Jadilah orang-orang yang shalih (ibadah dan muamalah).

“Ibadah jangan jasmani saja, isi juga dengan ruhaniyah, sambung dengan Nur Nabi, yakni sambunglah dengan orang-orang yang menjadi jalan menuju Allah. Jadilah orang yang bisa menjadi sahabat terbaik bagi semua orang,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Sebarluaskan Tarekat, JATMAN Jateng dan DIY Gelar Manaqib Kubra

Published

on

Semarang, JATMAN Online – Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) menggelar Manaqib Kubro di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Nyatnyono, Ungaran, Semarang, Sabtu (9/9/2023).

Manaqib Kubro, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar murupakan kegiatan rutin keliling 6 bulan sekali di 41 Syu’biyyah yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Manaqib Kubro ini turut dihadiri oleh perwakilan pengurus Idarah Aliyyah, pengurus Idarah Wustho Jateng dan DIY, Pengurus Syu’biyyah, para masyaikh dan habaib, serta TNI – Porli setempat dan tamu undangan lainnya.

Menurut Mudir JATMAN Jateng KH Ahmad Sa’id Lafif, Musyawarah Idaroh Wustho merupakan program JATMAN yang rutin dilakukan satu tahun dua kali.

“Program ini akan berkelanjutan terus menerus merupakan bagian Khidmah kita terhadap Thoriqoh.Musyawarah Idharoh Wustho ini bentuk komunikasi yang baik, sehingga menjalankan JATMAN Jateng berkembang pesat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,’’ katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal JATMAN Idaroh Aliyyah KH. Mashudi dalam sambutannya menyampaikan atas nama JATMAN Idaroh Aliyyah mengapresiasi kegiatan pengajian akbar dan manaqib kubro ini

“Sejak pagi sampai sekarang dengan pengajian akbar dan tadi kita mengikuti bersama-sama maulidurrasul, kami yakin bahwa ini adalah arena untuk menjadikan majelis ini majelis yang mubarak. Sepulang dari mejelis ini semuanya diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” katanya.

Kiai Mashudi menjelaskan mejelis seperti inilah yang dikemas dan dikawal oleh JATMAN menjadi salah satu ngerem datangnya kiamat.

“Tidak akan terjadi kiamat selagi masih ada orang yang wirid dzikir Allah, Allah, Allah. Itulah garapan dari JATMAN, mengistiqomahkan wirid. Jadi, barangsiapa yang diberikan kekuaran berdzikir maka yang bersangkutan akan diberi tanda-tanda kewalian,” jelasnya.

“Jadi, JATMAN itu bukan hanya diikuti oleh bapak-bapaknya saja tapi ibu-ibunya juga berthoriqoh. Polisi berthoriqoh, tantara berthoriqoh. Mari kita do’akan dengan didampingi TNI-POLRI JATMAN semakin besar. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” tambahnya.

Mudah-mudahan majelis ini, lanjutnya, menjadikan kita semakin cinta kepada Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam. Ketika kita berkhidmah kepada Allah maka segala sesuatu akan tunduk kepada kita.

“Itulah sebabnya JATMAN sedang mengembangkan salah satu lajnah, yaitu lajnah Wathonah (Wanita Thoriqoh an Nahdliyyah). Kemudian lajnah MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al Mu’tabah an Nahdliyyah),” paparnya.

“Mudah-mudahan semua program yang sudah direncanakan oleh Idarah Aliyyah berserta Idaroh Wustho, Syu’biyyah, Ghusniyyah, dan Sa’afiyyah Se-Indonesia dimudahakan Allah dan akhirnya JATMAN menjadi jam’iyyah salah satu yang bisa mengamankan Indonesia yang kita cintai ini, menjadi Indonesia semakin hebat dan maju,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Gus Yaqut Ajak Umat Islam Gelar Shalat Istisqa

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Seiring dengan kemarau panjang yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, yang membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengajak umat Islam untuk menggelar Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan.

“Kementerian Agama mengajak umat Islam untuk melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan,” kata Gus Yaqut di Jakarta, Jumat (15/09).

Ia mengatakan sesuai dengan namanya, al-istisqa’, adalah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Para ulama fikih mendefinisikan Shalat Istisqa sebagai shalat sunah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.

Shalat Istisqa pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, seperti yang dikisahkan lewat hadis riwayat Abu Hurairah RA.

Menurut Gus Yaqut, Shalat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar batin sekaligus bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

“Memohon agar Allah menurunkan hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda. Amin,” ujarnya.

Adapun pelaksanaan Shalat Istisqa sama dengan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Sesudah Takbiratul Ihram, melakukan takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali takbir pada rakaat kedua.

Setelah membaca Surat Al-Fatihah dan lainnya, lalu rukuk, sujud hingga duduk tahiyyat kemudian salam.

Khatib lalu menyampaikan khutbah sama seperti khutbah Idul Fitri dan Idul Adha. Khutbah dianjurkan mengajak umat Islam untuk bertobat, meminta ampun atas segala dosa, serta memperbanyak istighfar dengan harapan Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan makhluk hidup lainnya pada saat kemarau panjang.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending