Connect with us

Berita

Pesantren NU dan Pesantren Thoriqoh di Selatan Jakarta

15 Juni 2013 diresmikan sebuah pesantren oleh Mursyid TQN PP Suryalaya dan Menteri BUMN, Bapak Dahlan Iskan, dihadiri oleh Prof. KH Nasaruddin Umar, MA, Ph.D serta disaksikan oleh jamaah Manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani.

Published

on

Jagat ‘Arsy

Jagat ‘Arsy disematkan sebagai nama untuk pesantren yang memadukan unsur keilmuan modern dan kekhasan ilmu klasik. Perpaduan ini sebagai sebuah penanda agar rasa pesantren yang kental dengan pengajian kitab-kitab masih terasa sama seperti apa yang di pelajari di pesantren-pesantren yang sudah lebih awal berdiri.

Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy yang didirikan oleh KH. Budi Rahman Hakim M.Sw, Ph.D,  pada perjalanannya mengambil Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah Pesantren Suryalaya sebagai metode untuk tarbiyah ruhaniyah bagi semua warga pesantren. Dengan demikian amaliyah harian yang dipraktikkan adalah metode dzikir yang dicontohkan oleh guru Mursyid. Kekhasan dzikir thoriqoh ini menjadi salah satu diferensiasi yang diterapkan di Pesantren Peradaban dunia Jagat ‘Arsy dengan delapan puluhan pesantren yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Jagat ‘Arsy

Pengokohan Jagat ‘Arsy sebagai pesantren yang melaksanakan amaliyah thoriqoh ditandai dengan kedatangan KH. Ma’ruf Amin sebagai Ketua Majlis Ulama Indonesia dan meresmikan lembaga ini sebagai Pesantren Thoriqoh pada tanggal 12 Oktober 2018. Peresmian ini untuk mengokohkan jejak perjalanan estafet kemursyidan TQN Suryalaya yang pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan kethoriqohan banyak dilaksanakan di Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy. Dan di era kepemimpinan Mudir ‘Am KH. Abdul Mu’thi Nurhadi, Pesantren ini adalah sekretariat Idahroh Wustho Banten, JATMAN.

Sebuah kehormatan bagi santri dan ikhwan TQN Pesantren Suryalaya ketika Rois ‘Am JATMAN, Maulana Habib Luthfi Bin Yahya berkunjung ke Pesantren Jagat ‘Arsy, bahkan bermalam. Kedatangan beliau memberikan satu bukti baru bahwa identitas keislaman pengamal thoriqoh yang selalu menghormati perbedaan tetapi tidak melepaskan identitas diri dicontohkan oleh beliau. Suri tauladan yang diperlihatkan beliau semakin menguatkan para santri dan warga lainnya untuk menempatkan diri untuk  tidak merasa “lebih baik” dari orang lain. Sebelum meninggalkan pesantren beliau menuliskan nasihat yang dalam maknanya pada  batu prasasti. Berikut ini adalah nasihat beliau, :

Janganlah mencari ilmu untuk mencari nama, carilah ilmu yang manfaat yang paling utama.

Sebagai acuan untuk dapat hidup bersama dan berdampingan dengan warga yang majemuk di kawasan elit Bumi Serpong Damai, warga Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy mendapatkan wasiat dari guru mursyid yang dituangkan di dalam Tanbih. Pengingat ini selalu dibaca dalam rangkaian susunan acara Manaqib yang secara rutin dilaksanakan di pesantren setiap bulannya.

Adapun poin-poin mutiara nasihat beliau di rangkum menjadi untaian kata mutiara yang penuh dengan makna yang juga mendalam.

Untaian Mutiara

  1. Jangan benci kepada ulama yang sezaman
  2. Jangan menyalahkan ajaran orang lain
  3. Jangan memeriksa murid orang lain
  4. Jangan berubah sikap terhadap orang yang membencimu, Harus menyayangi orang yang membencimu

Dengan adanya tanbih ini lah kemudian para ikhwan dan akhwat di nasihati setiap saat agar semua bisa hidup aman dan tentram tanpa ada sengketa dengan orang lain.

Pesantren Nahdhatul Uama

Jagat ‘Arsy

Pesantren peradaban dunia Jagat ‘Arsy yang mempraktekan dzikir thoriqoh menjadi lembaga yang hadir di tengah hegemoni perubahan tatanan sosial masyarakat yang semakin global. Secara geografis letak pesantren ini berada di tengah pemukiman elit warga kota Tangerang Selatan yang sangat majemuk. Tingkat perkembangan pendidikan pun memiliki kadar kemajemukan yang sangat tinggi.

Dengan gambaran lingkungan seperti disebut di atas, Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy  hadir dengan corak amaliyah yang dilakukan pesantren Nahdhiyin. Sehingga para tamu yang berkunjung ke jagat merasa heran ada pesantren bercorak NU di pinggir Jakarta.

Kehadiran KH Aqil Siradj sebagai Keynote Speaker dalam ceramah kebangsaan di Acara Manaqib Syeikh Abdul Qadir Jailani menjadi penanda bahwa nasab ke-Nuan Pesantren Jagat ‘Arsy semakin tebal. Bahkan pada tanggal 13 Oktober 2019 ketua umum PKB, KH Muhaimin Iskandar yang  juga sekaligus wakil ketua MPR berkunjung dan kemudian meresmikan Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy sebagai Pesantren Nahdhatul Ulama. Dengan peresmian ini maka nasab ke-NUan pesantren ini sangatlah kuat.

Jagat ‘Arsy

Pelaksanaan amaliyah harian dengan mempraktekan dzikir thoriqoh adalah bukti kuat bahwa Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy memliki persamaan tradisi seperti pesantren NU lainnya yang menyebar di Bumi Pertiwi Indonesia.

Selain tradisi dzikir thoriqoh, beberapa kegiatan amaliyah juga rutin dilakukan setiap pekannya, seperti: Tasmi’ al-Quran, Pembacaan kitab Barjanzi, dan kegiatan lainnya. Dalam proses keilmuan, para santri pun belajar ilmu alat (nahwu dan shorof), ilmu kalam, akhlak dan lainnya. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut maka Pesantren Jagat ‘Arsy yang bernuansa modern masih dapat merasakan tradisi pesantren salafiyah.[PR]

Berita

Hadiri Ngaji Bulanan Pesma Daarusshohabah, Kiai Nafi Jelaskan Pentingnya Tasawuf

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Khodimut Thariqah Naqsabandiyah KH. Ahmad Nafi menjelaskan setelah tarbiyah syariat, selanjutnya tarbiyah qulub. Ilmu tasawuf, memperbaiki nafsu, membuka hijab. Orang yang sudah bersyariat, berfiqih, bertasawuf maka itulah orang yang sampai pada hakikat.

“Hakikat adalah sempurnanya iman. Yakni, dalam kitab Lathoiful Isyaroh, hidupnya kalbu bersama Allah kapanpun, dimanapun, dengan siapapun. Kita tidak hanya mencegah hawa nafsu saat ibadah, tapi saat dalam pekerjaan,” kata Kiai Nafi saat mengadiri Pengajian Bulanan di Pesantren Mahasiswa Daarusshohabah, Jalan Pemuda Asli II No. 20 RT 03/03, Rawamangun, DKI Jakarta, Kamis (14/09/2023).

Pengasuh PP Raden Rahmat Sunan Ampel Jember ini menyampaikan kalau baik dengan orang yang baik itu wajar. Kalau hati bersih, ketemu orang maksiat atau buruk atau kriminal saja selalu husnuzon.

“Gimana caranya bersih hati? Kita harus tawadlu berhadapan dengan orang maksiat. Itu diterangkan dalam kitab Nasoihul ibad, caranya lihatlah bahwa rahmat Allah mungkin diberikan pada siapapun yang dikehendaki-Nya, sekalipun manusia itu ahli maksiat. Jika dia mendapat hidayah, bisa husnul khatimah. Kita tidak bisa menjamin bisa husnul khotimah,” jelasnya.

“Bencilah pada perilakunya, jangan benci pada orangnya. Ketika kita tidak bisa tawadlu, berarti ada kesombongan dalam hati,” tambahnya.

Menurut Kiai Nafi, cita-cita mulia adalah baik di dunia dan akhirat, tercegah dari neraka, masuk surga tanpa melihat neraka, tanpa hisab. Gimana caranya? Jadilah orang-orang pilihan Allah. Jadilah orang-orang yang shalih (ibadah dan muamalah).

“Ibadah jangan jasmani saja, isi juga dengan ruhaniyah, sambung dengan Nur Nabi, yakni sambunglah dengan orang-orang yang menjadi jalan menuju Allah. Jadilah orang yang bisa menjadi sahabat terbaik bagi semua orang,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Sebarluaskan Tarekat, JATMAN Jateng dan DIY Gelar Manaqib Kubra

Published

on

Semarang, JATMAN Online – Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) menggelar Manaqib Kubro di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Nyatnyono, Ungaran, Semarang, Sabtu (9/9/2023).

Manaqib Kubro, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar murupakan kegiatan rutin keliling 6 bulan sekali di 41 Syu’biyyah yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Manaqib Kubro ini turut dihadiri oleh perwakilan pengurus Idarah Aliyyah, pengurus Idarah Wustho Jateng dan DIY, Pengurus Syu’biyyah, para masyaikh dan habaib, serta TNI – Porli setempat dan tamu undangan lainnya.

Menurut Mudir JATMAN Jateng KH Ahmad Sa’id Lafif, Musyawarah Idaroh Wustho merupakan program JATMAN yang rutin dilakukan satu tahun dua kali.

“Program ini akan berkelanjutan terus menerus merupakan bagian Khidmah kita terhadap Thoriqoh.Musyawarah Idharoh Wustho ini bentuk komunikasi yang baik, sehingga menjalankan JATMAN Jateng berkembang pesat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,’’ katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal JATMAN Idaroh Aliyyah KH. Mashudi dalam sambutannya menyampaikan atas nama JATMAN Idaroh Aliyyah mengapresiasi kegiatan pengajian akbar dan manaqib kubro ini

“Sejak pagi sampai sekarang dengan pengajian akbar dan tadi kita mengikuti bersama-sama maulidurrasul, kami yakin bahwa ini adalah arena untuk menjadikan majelis ini majelis yang mubarak. Sepulang dari mejelis ini semuanya diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” katanya.

Kiai Mashudi menjelaskan mejelis seperti inilah yang dikemas dan dikawal oleh JATMAN menjadi salah satu ngerem datangnya kiamat.

“Tidak akan terjadi kiamat selagi masih ada orang yang wirid dzikir Allah, Allah, Allah. Itulah garapan dari JATMAN, mengistiqomahkan wirid. Jadi, barangsiapa yang diberikan kekuaran berdzikir maka yang bersangkutan akan diberi tanda-tanda kewalian,” jelasnya.

“Jadi, JATMAN itu bukan hanya diikuti oleh bapak-bapaknya saja tapi ibu-ibunya juga berthoriqoh. Polisi berthoriqoh, tantara berthoriqoh. Mari kita do’akan dengan didampingi TNI-POLRI JATMAN semakin besar. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” tambahnya.

Mudah-mudahan majelis ini, lanjutnya, menjadikan kita semakin cinta kepada Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam. Ketika kita berkhidmah kepada Allah maka segala sesuatu akan tunduk kepada kita.

“Itulah sebabnya JATMAN sedang mengembangkan salah satu lajnah, yaitu lajnah Wathonah (Wanita Thoriqoh an Nahdliyyah). Kemudian lajnah MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al Mu’tabah an Nahdliyyah),” paparnya.

“Mudah-mudahan semua program yang sudah direncanakan oleh Idarah Aliyyah berserta Idaroh Wustho, Syu’biyyah, Ghusniyyah, dan Sa’afiyyah Se-Indonesia dimudahakan Allah dan akhirnya JATMAN menjadi jam’iyyah salah satu yang bisa mengamankan Indonesia yang kita cintai ini, menjadi Indonesia semakin hebat dan maju,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Gus Yaqut Ajak Umat Islam Gelar Shalat Istisqa

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Seiring dengan kemarau panjang yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, yang membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengajak umat Islam untuk menggelar Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan.

“Kementerian Agama mengajak umat Islam untuk melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan,” kata Gus Yaqut di Jakarta, Jumat (15/09).

Ia mengatakan sesuai dengan namanya, al-istisqa’, adalah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Para ulama fikih mendefinisikan Shalat Istisqa sebagai shalat sunah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.

Shalat Istisqa pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, seperti yang dikisahkan lewat hadis riwayat Abu Hurairah RA.

Menurut Gus Yaqut, Shalat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar batin sekaligus bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

“Memohon agar Allah menurunkan hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda. Amin,” ujarnya.

Adapun pelaksanaan Shalat Istisqa sama dengan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Sesudah Takbiratul Ihram, melakukan takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali takbir pada rakaat kedua.

Setelah membaca Surat Al-Fatihah dan lainnya, lalu rukuk, sujud hingga duduk tahiyyat kemudian salam.

Khatib lalu menyampaikan khutbah sama seperti khutbah Idul Fitri dan Idul Adha. Khutbah dianjurkan mengajak umat Islam untuk bertobat, meminta ampun atas segala dosa, serta memperbanyak istighfar dengan harapan Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan makhluk hidup lainnya pada saat kemarau panjang.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending