Connect with us

Berita

Majelis Mudzakarah, MWCNU Bogor Barat dan LBMNU Kota Bogor

Published

on

Bogor, JATMAN Online – MWCNU Bogor Barat mengadakan acara Majelis Mudzakarah dengan LBMNU Kota Bogor di Masjid Al-Ikhlas Kelurahan Curug Kecamatan Bogor Barat (11/12) Sabtu malam.

Menghadirkan pemateri yaitu KH Khotimi Bahri, S.Ag, MP dari Komisi Fatwa MUI Kota Bogor. Beberapa karyanya pada acara Majelis Mudzakarah dengan judul Oase Manhaj Ahlusunnah wal Jamaah, Glosarium Sunni Manhaj Salaf dan Kholaf, Mozaik Islam Panorama Keindahan dalam Keragaman, Khilafah Islamiyah Versus Tahririyah semua dibagikan untuk para hadirin.

Selaku Ketua acara Ust. Ismail menyampaikan beribu Terima kasih atas antusias para hadirin.

Turut hadir bapak lurah Curug H. Irwansyah, S. Sos, MA menyampaikan sambutan bahwa acara ini penting sekali untuk memberikan pembelajaran dan pencerahan kepada jamaah Kecamatan Bogor Barat wabil khusus Kelurahan Curug.

“Keberadaan kita disini ya belajar dan dapat mengabil manfaat dari Majelis Mudzakarah ini,” Ucap pak Lurah

Sambutan ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor  Dr Ir Ifan Haryanto, M,Sc menyapaikan prakata yang membanggakan dengan terselenggara forum yang baik ini, melakukan pembahasan, persoalan, biasanya di tradisi NU adanya Lailatul Ijtima.

“Forum majelis Mudzakarah ini pastinya akan memberikan manfaat kepada kita semua, dan terima kasih tak terhingga kepada MWCNU Bogor Barat dan Ketua LBMNU atas terselenggaranya acara ini,” Ucap yang pernah menjabat Sekretaris Tanfidyah Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI-NU) Inggris Raya.

Acara inti disampaikan oleh KH. Khotimi Bahri, S, ag, MP memberikan pembahasan terkait kepemimpinan Islamiyyah.
Bukan memimpin sebuah negara tapi Allah memberikan kepada Nabi Adam amanah untuk mengelola alam semesta di zamannya.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ 

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (QS. Al-Baqoroh : 30)

“Dalam kaidah Ilmu Tafsir dan Kajian Ulumul Qur’an ketika kata yang dipilih adalah plural (inna bukan inni) berarti dalam tata laksanakan melibatkan pihak-pihak lain,” Kata Wakil Katib Syuriah PCNU Kota Bogor.

Lanjutnya kita sebagai warna Negara Indonesia ini haruslah menghargai kesepakatan atas berdirinya NKRI ini, karena sudah final bahwa Indonesia adalah negara yang sah berdasarkan ijtihad para ulama saat itu hingga sekarang.

Dari kumpulan para ulama muncul resolusi jihad oleh al-Imam Hadrotusyekh KH Hasyim Asyari (gelar yang disematkan oleh orang Arab pada zaman itu) disampaikan oleh KH. Mahfud MUI Kota Bogor.

“Para ulama sepakat bahwa NKRI ini harus dibela, melegitimasi bahwa negara ini sah sesuai ijtihad para ulama, jihadnya kita adalah jihad kemandirian ekonomi, dan disampaikan pada pidato kenegaran dengan menyematkan waliyul amri biddauri wasyaukah (pemimpin sebuah wilayah yang memiliki kekuasan penuh),” Punkasnya.

Turut hadir PCNU Kota Bogor, MUI Kota Bogor, MUI Kecamatan Bogor Barat, Pengurus MWCNU Bogor Barat, MWCNU Bogor Timur, MWCNU Bogor Tengah, MWCNU Bogor Selatan, LBMNU Kota Bogor, PRNU Sindang Barang, PRNU Curug, PRNU Menteng, Ansor, Banser.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Berita

Hadiri Ngaji Bulanan Pesma Daarusshohabah, Kiai Nafi Jelaskan Pentingnya Tasawuf

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Khodimut Thariqah Naqsabandiyah KH. Ahmad Nafi menjelaskan setelah tarbiyah syariat, selanjutnya tarbiyah qulub. Ilmu tasawuf, memperbaiki nafsu, membuka hijab. Orang yang sudah bersyariat, berfiqih, bertasawuf maka itulah orang yang sampai pada hakikat.

“Hakikat adalah sempurnanya iman. Yakni, dalam kitab Lathoiful Isyaroh, hidupnya kalbu bersama Allah kapanpun, dimanapun, dengan siapapun. Kita tidak hanya mencegah hawa nafsu saat ibadah, tapi saat dalam pekerjaan,” kata Kiai Nafi saat mengadiri Pengajian Bulanan di Pesantren Mahasiswa Daarusshohabah, Jalan Pemuda Asli II No. 20 RT 03/03, Rawamangun, DKI Jakarta, Kamis (14/09/2023).

Pengasuh PP Raden Rahmat Sunan Ampel Jember ini menyampaikan kalau baik dengan orang yang baik itu wajar. Kalau hati bersih, ketemu orang maksiat atau buruk atau kriminal saja selalu husnuzon.

“Gimana caranya bersih hati? Kita harus tawadlu berhadapan dengan orang maksiat. Itu diterangkan dalam kitab Nasoihul ibad, caranya lihatlah bahwa rahmat Allah mungkin diberikan pada siapapun yang dikehendaki-Nya, sekalipun manusia itu ahli maksiat. Jika dia mendapat hidayah, bisa husnul khatimah. Kita tidak bisa menjamin bisa husnul khotimah,” jelasnya.

“Bencilah pada perilakunya, jangan benci pada orangnya. Ketika kita tidak bisa tawadlu, berarti ada kesombongan dalam hati,” tambahnya.

Menurut Kiai Nafi, cita-cita mulia adalah baik di dunia dan akhirat, tercegah dari neraka, masuk surga tanpa melihat neraka, tanpa hisab. Gimana caranya? Jadilah orang-orang pilihan Allah. Jadilah orang-orang yang shalih (ibadah dan muamalah).

“Ibadah jangan jasmani saja, isi juga dengan ruhaniyah, sambung dengan Nur Nabi, yakni sambunglah dengan orang-orang yang menjadi jalan menuju Allah. Jadilah orang yang bisa menjadi sahabat terbaik bagi semua orang,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Sebarluaskan Tarekat, JATMAN Jateng dan DIY Gelar Manaqib Kubra

Published

on

Semarang, JATMAN Online – Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) menggelar Manaqib Kubro di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Nyatnyono, Ungaran, Semarang, Sabtu (9/9/2023).

Manaqib Kubro, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar murupakan kegiatan rutin keliling 6 bulan sekali di 41 Syu’biyyah yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Manaqib Kubro ini turut dihadiri oleh perwakilan pengurus Idarah Aliyyah, pengurus Idarah Wustho Jateng dan DIY, Pengurus Syu’biyyah, para masyaikh dan habaib, serta TNI – Porli setempat dan tamu undangan lainnya.

Menurut Mudir JATMAN Jateng KH Ahmad Sa’id Lafif, Musyawarah Idaroh Wustho merupakan program JATMAN yang rutin dilakukan satu tahun dua kali.

“Program ini akan berkelanjutan terus menerus merupakan bagian Khidmah kita terhadap Thoriqoh.Musyawarah Idharoh Wustho ini bentuk komunikasi yang baik, sehingga menjalankan JATMAN Jateng berkembang pesat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,’’ katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal JATMAN Idaroh Aliyyah KH. Mashudi dalam sambutannya menyampaikan atas nama JATMAN Idaroh Aliyyah mengapresiasi kegiatan pengajian akbar dan manaqib kubro ini

“Sejak pagi sampai sekarang dengan pengajian akbar dan tadi kita mengikuti bersama-sama maulidurrasul, kami yakin bahwa ini adalah arena untuk menjadikan majelis ini majelis yang mubarak. Sepulang dari mejelis ini semuanya diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” katanya.

Kiai Mashudi menjelaskan mejelis seperti inilah yang dikemas dan dikawal oleh JATMAN menjadi salah satu ngerem datangnya kiamat.

“Tidak akan terjadi kiamat selagi masih ada orang yang wirid dzikir Allah, Allah, Allah. Itulah garapan dari JATMAN, mengistiqomahkan wirid. Jadi, barangsiapa yang diberikan kekuaran berdzikir maka yang bersangkutan akan diberi tanda-tanda kewalian,” jelasnya.

“Jadi, JATMAN itu bukan hanya diikuti oleh bapak-bapaknya saja tapi ibu-ibunya juga berthoriqoh. Polisi berthoriqoh, tantara berthoriqoh. Mari kita do’akan dengan didampingi TNI-POLRI JATMAN semakin besar. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” tambahnya.

Mudah-mudahan majelis ini, lanjutnya, menjadikan kita semakin cinta kepada Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam. Ketika kita berkhidmah kepada Allah maka segala sesuatu akan tunduk kepada kita.

“Itulah sebabnya JATMAN sedang mengembangkan salah satu lajnah, yaitu lajnah Wathonah (Wanita Thoriqoh an Nahdliyyah). Kemudian lajnah MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al Mu’tabah an Nahdliyyah),” paparnya.

“Mudah-mudahan semua program yang sudah direncanakan oleh Idarah Aliyyah berserta Idaroh Wustho, Syu’biyyah, Ghusniyyah, dan Sa’afiyyah Se-Indonesia dimudahakan Allah dan akhirnya JATMAN menjadi jam’iyyah salah satu yang bisa mengamankan Indonesia yang kita cintai ini, menjadi Indonesia semakin hebat dan maju,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Gus Yaqut Ajak Umat Islam Gelar Shalat Istisqa

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Seiring dengan kemarau panjang yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, yang membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengajak umat Islam untuk menggelar Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan.

“Kementerian Agama mengajak umat Islam untuk melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan,” kata Gus Yaqut di Jakarta, Jumat (15/09).

Ia mengatakan sesuai dengan namanya, al-istisqa’, adalah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Para ulama fikih mendefinisikan Shalat Istisqa sebagai shalat sunah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.

Shalat Istisqa pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, seperti yang dikisahkan lewat hadis riwayat Abu Hurairah RA.

Menurut Gus Yaqut, Shalat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar batin sekaligus bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

“Memohon agar Allah menurunkan hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda. Amin,” ujarnya.

Adapun pelaksanaan Shalat Istisqa sama dengan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Sesudah Takbiratul Ihram, melakukan takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali takbir pada rakaat kedua.

Setelah membaca Surat Al-Fatihah dan lainnya, lalu rukuk, sujud hingga duduk tahiyyat kemudian salam.

Khatib lalu menyampaikan khutbah sama seperti khutbah Idul Fitri dan Idul Adha. Khutbah dianjurkan mengajak umat Islam untuk bertobat, meminta ampun atas segala dosa, serta memperbanyak istighfar dengan harapan Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan makhluk hidup lainnya pada saat kemarau panjang.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending