Connect with us

Berita

JATMAN dan MATAN Lampung Siapkan Rest Area Untuk Musyawirin Jalur Darat

Published

on

Lampung, JATMAN Online – Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) akan mengadakan Musyawarah Nasional (MUNAS) di Provinsi Bengkulu pada tanggal 12-15 Maret 2022 mendatang.

Para Masyayikh peserta Munas JATMAN dari berbagai wilayah tentunya juga sedang bersiap untuk pemberangkatan. Begitu juga dengan panitia lokal di Provinsi Bengkulu pastinya sedang sibuk menyiapkan segala sesuatunya.

Provinsi Lampung yang merupakan tetangga dari Provinsi Bengkulu tentunya akan dilewati para musyawirin dari jalur darat terutama para peserta yg berasal dari pulau jawa.

Segenap Pengurus JATMAN Lampung yang juga dibantu MATAN berkoordinasi dengan pengurus NU juga bersiap siaga menyiapkan Rest Area untuk jalur lintas Lampung menuju propinsi Bengkulu.

Mudir JATMAN Idaroh Wustho Provinsi Lampung, Habib Assadullah Asegaf sangat mendukung upaya ini dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

“Rest Area yang disiapkan oleh segenap pengurus Idaroh Syu’biyah, Ghusniyah dan adik-adik MATAN ini mudah-mudahan bisa menjadi hal yang bernilai ibadah dalam rangka sedikit membantu para masyayih yang berasal dari luar Lampung menuju lokasi Munas JATMAN di Provinsi Bengkulu” Ungkapnya

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Munas JATMAN adalah wadah silaturahmi para mursyidin dan pengurus JATMAN se-Indonesia. Maka pertemuan ini menjadikan semangat ukhuwah islamiyah, basyariah, wathoniyah serta menjaga jiwa dan raga juga Negara Indonesia tercinta.

Untuk diketahui, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) merupakan jalan nasional di Pulau Sumatera yang membentang dari ujung selatan Pulau Sumatera tepatnya di Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung, hingga ujung utara di Kota Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sejauh kurang lebih 2.500 Km.

Jalinsum sendiri terbagi menjadi empat jalur yaitu Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera, Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera dan Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera.

Untuk menuju Provinsi Bengkulu dari perjalan jalur darat yang melintasi Provinsi Lampung, dapat ditempuh melalui dua (2) jalur, yaitu Jalan lintas barat dan Jalan lintas tengah. Para musyawirin bisa mampir dan istirahat di rest area idarah syubiyah Jatman Lampung.

Jalur Barat

1. Lintas Pringsewu Lampung
Rest Area Gedung PCNU Pringsewu,
Jalan Ahmad Yani, Jalur Lintas Barat Sumatra KM 30, Kec. Pagelaran, Pajar Agung, Kec. Pringsewu, Kabupaten Pringsewu
H. Fauzi 08127260315

2. Lintas Tanggamus Lampung
Rest Area Sedayu, Ust. Hotib, No. Kontak: 081379056706

3. Lintas Pesisir Barat
Rest Area 1:
PP. Miftahurrohmah Pesisir Barat / KH. Moh. Yasin / Gus Fat, No. Kontak: 082177273900
Rest Area 2:
PP. Alfalah Pesisir Barat / KH. Nurhadi, No. Kontak: 082278831656

Jalur Tengah

1. Lintas Lampung Utara
Rest Area 1:
50 M sebelum Kantor NU Kota Bumi Lampung Utara, Jl. Kali bening / H. Hasby, No. Kontak: 081369227888

Rest Area 2:
RM. Sederhana Bukit Kemuning / Masjid Nurul Iman / Jl. Kota Bumi Bukit Kemuning / KH. Mudhaker, No. Kontak: 081369520436 / Bapak Suryadi, No. Kontak: 081369587788

Rest Area selanjutnya jalur lintas sambung ke Lintasan Rest Area Pesisir Barat, dengan nomor kontak yang telah disebutkan di atas.

Untuk Rest area di atas, akan disediakan tempat istirahat, minuman seperti kopi, teh dan  makanan.

Sebagai tambahan informasi, saat melintasi Provinsi Lampung menuju Provinsi Bengkulu, diharap para pengendara mengatur stok bahan bakar minyak (BBM) terutama solar agar senantiasa full atau cukup.

Mudir JATMAN Lampung mengucapkan
“Selamat melaksanakan Munas JATMAN, mudah-mudahan sukses dunia akhirat. Kembali ke wilayah masing-masing dengan selamat sehat wal afiat dan kembali mensyi’arkan thariqah bersama para masyayikh, mursyidin dan segenap pengurus JATMAN di seluruh indonesia”.

Pewarta: Hery Miftah (Kontributor Lampung)
Editor: Khoirum Millatin

Berita

Hadiri Ngaji Bulanan Pesma Daarusshohabah, Kiai Nafi Jelaskan Pentingnya Tasawuf

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Khodimut Thariqah Naqsabandiyah KH. Ahmad Nafi menjelaskan setelah tarbiyah syariat, selanjutnya tarbiyah qulub. Ilmu tasawuf, memperbaiki nafsu, membuka hijab. Orang yang sudah bersyariat, berfiqih, bertasawuf maka itulah orang yang sampai pada hakikat.

“Hakikat adalah sempurnanya iman. Yakni, dalam kitab Lathoiful Isyaroh, hidupnya kalbu bersama Allah kapanpun, dimanapun, dengan siapapun. Kita tidak hanya mencegah hawa nafsu saat ibadah, tapi saat dalam pekerjaan,” kata Kiai Nafi saat mengadiri Pengajian Bulanan di Pesantren Mahasiswa Daarusshohabah, Jalan Pemuda Asli II No. 20 RT 03/03, Rawamangun, DKI Jakarta, Kamis (14/09/2023).

Pengasuh PP Raden Rahmat Sunan Ampel Jember ini menyampaikan kalau baik dengan orang yang baik itu wajar. Kalau hati bersih, ketemu orang maksiat atau buruk atau kriminal saja selalu husnuzon.

“Gimana caranya bersih hati? Kita harus tawadlu berhadapan dengan orang maksiat. Itu diterangkan dalam kitab Nasoihul ibad, caranya lihatlah bahwa rahmat Allah mungkin diberikan pada siapapun yang dikehendaki-Nya, sekalipun manusia itu ahli maksiat. Jika dia mendapat hidayah, bisa husnul khatimah. Kita tidak bisa menjamin bisa husnul khotimah,” jelasnya.

“Bencilah pada perilakunya, jangan benci pada orangnya. Ketika kita tidak bisa tawadlu, berarti ada kesombongan dalam hati,” tambahnya.

Menurut Kiai Nafi, cita-cita mulia adalah baik di dunia dan akhirat, tercegah dari neraka, masuk surga tanpa melihat neraka, tanpa hisab. Gimana caranya? Jadilah orang-orang pilihan Allah. Jadilah orang-orang yang shalih (ibadah dan muamalah).

“Ibadah jangan jasmani saja, isi juga dengan ruhaniyah, sambung dengan Nur Nabi, yakni sambunglah dengan orang-orang yang menjadi jalan menuju Allah. Jadilah orang yang bisa menjadi sahabat terbaik bagi semua orang,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Sebarluaskan Tarekat, JATMAN Jateng dan DIY Gelar Manaqib Kubra

Published

on

Semarang, JATMAN Online – Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) menggelar Manaqib Kubro di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Nyatnyono, Ungaran, Semarang, Sabtu (9/9/2023).

Manaqib Kubro, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar murupakan kegiatan rutin keliling 6 bulan sekali di 41 Syu’biyyah yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Manaqib Kubro ini turut dihadiri oleh perwakilan pengurus Idarah Aliyyah, pengurus Idarah Wustho Jateng dan DIY, Pengurus Syu’biyyah, para masyaikh dan habaib, serta TNI – Porli setempat dan tamu undangan lainnya.

Menurut Mudir JATMAN Jateng KH Ahmad Sa’id Lafif, Musyawarah Idaroh Wustho merupakan program JATMAN yang rutin dilakukan satu tahun dua kali.

“Program ini akan berkelanjutan terus menerus merupakan bagian Khidmah kita terhadap Thoriqoh.Musyawarah Idharoh Wustho ini bentuk komunikasi yang baik, sehingga menjalankan JATMAN Jateng berkembang pesat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,’’ katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal JATMAN Idaroh Aliyyah KH. Mashudi dalam sambutannya menyampaikan atas nama JATMAN Idaroh Aliyyah mengapresiasi kegiatan pengajian akbar dan manaqib kubro ini

“Sejak pagi sampai sekarang dengan pengajian akbar dan tadi kita mengikuti bersama-sama maulidurrasul, kami yakin bahwa ini adalah arena untuk menjadikan majelis ini majelis yang mubarak. Sepulang dari mejelis ini semuanya diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” katanya.

Kiai Mashudi menjelaskan mejelis seperti inilah yang dikemas dan dikawal oleh JATMAN menjadi salah satu ngerem datangnya kiamat.

“Tidak akan terjadi kiamat selagi masih ada orang yang wirid dzikir Allah, Allah, Allah. Itulah garapan dari JATMAN, mengistiqomahkan wirid. Jadi, barangsiapa yang diberikan kekuaran berdzikir maka yang bersangkutan akan diberi tanda-tanda kewalian,” jelasnya.

“Jadi, JATMAN itu bukan hanya diikuti oleh bapak-bapaknya saja tapi ibu-ibunya juga berthoriqoh. Polisi berthoriqoh, tantara berthoriqoh. Mari kita do’akan dengan didampingi TNI-POLRI JATMAN semakin besar. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” tambahnya.

Mudah-mudahan majelis ini, lanjutnya, menjadikan kita semakin cinta kepada Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam. Ketika kita berkhidmah kepada Allah maka segala sesuatu akan tunduk kepada kita.

“Itulah sebabnya JATMAN sedang mengembangkan salah satu lajnah, yaitu lajnah Wathonah (Wanita Thoriqoh an Nahdliyyah). Kemudian lajnah MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al Mu’tabah an Nahdliyyah),” paparnya.

“Mudah-mudahan semua program yang sudah direncanakan oleh Idarah Aliyyah berserta Idaroh Wustho, Syu’biyyah, Ghusniyyah, dan Sa’afiyyah Se-Indonesia dimudahakan Allah dan akhirnya JATMAN menjadi jam’iyyah salah satu yang bisa mengamankan Indonesia yang kita cintai ini, menjadi Indonesia semakin hebat dan maju,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Gus Yaqut Ajak Umat Islam Gelar Shalat Istisqa

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Seiring dengan kemarau panjang yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, yang membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengajak umat Islam untuk menggelar Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan.

“Kementerian Agama mengajak umat Islam untuk melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan,” kata Gus Yaqut di Jakarta, Jumat (15/09).

Ia mengatakan sesuai dengan namanya, al-istisqa’, adalah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Para ulama fikih mendefinisikan Shalat Istisqa sebagai shalat sunah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.

Shalat Istisqa pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, seperti yang dikisahkan lewat hadis riwayat Abu Hurairah RA.

Menurut Gus Yaqut, Shalat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar batin sekaligus bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

“Memohon agar Allah menurunkan hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda. Amin,” ujarnya.

Adapun pelaksanaan Shalat Istisqa sama dengan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Sesudah Takbiratul Ihram, melakukan takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali takbir pada rakaat kedua.

Setelah membaca Surat Al-Fatihah dan lainnya, lalu rukuk, sujud hingga duduk tahiyyat kemudian salam.

Khatib lalu menyampaikan khutbah sama seperti khutbah Idul Fitri dan Idul Adha. Khutbah dianjurkan mengajak umat Islam untuk bertobat, meminta ampun atas segala dosa, serta memperbanyak istighfar dengan harapan Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan makhluk hidup lainnya pada saat kemarau panjang.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending