Connect with us

Berita

Habib Luthfi Kembali Masuk Daftar 50 Besar Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Tahun 2022

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Habib Luthfi bin Yahya kembali masuk daftar 50 besar tokoh Muslim paling berpengaruh tahun 2022. Hal ini telah dirilis oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre, The Muslim 500: The World’s Most Influential Muslim tahun 2022.

Dalam daftar tersebut ada tiga nama tokoh asal Indonesia, salah satunya adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Professor Kiai Said Aqil Siradj.

Menurut informasi dari situs www.themuslim500.com, tahun sebelumnya posisi pertama diduduki oleh presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Namun di edisi tahun 2022, posisi pertama diraih oleh Amir asal Qatar, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani. Pada edisi kali ini, Presiden Recep Erdogan berada pada posisi 4.

Dalam daftar tersebut juga terdapat nama pesepakbola asal Mesir, Mohamed Salah yang berada di posisi 41. Berikut ini daftar lengkap 50 besar tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia tahun 2022.

Berikut daftar 50 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia tahun 2022

1. Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani – Qatar 2. Raja Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud – Raja Arab Saudi 3. Grand Ayatollah Hajj Sayyid Ali Khamenei – Iran 4. President Recep Tayyip Erdogan – Presiden Turki 5. King Abdullah II Ibn Al-Hussein – Raja Yordania 6. Justice Sheikh Muhammad Taqi Usmani – Pakistan 7. King Mohammed VI – Raja Maroko 8. General Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan – Putra Mahkota Abu Dhabi UEA 9. Grand Ayatollah Sayyid Ali Hussein Al Sistani – Iraq 10. Imran Khan – Perdana Menteri Pakistan. 11. Sheikh Habib Umar bin Hafiz – Yaman.

12. Sheikh Salman Al-Ouda – Arab Saudi 13. Presiden Joko Widodo – Presiden Indonesia 14. Sheikh Dr Ahmad Muhammad Al-Tayyeb – Mesir 15. Putra Mahkota Muhammad bin Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud – Putra Mahkota Arab Saudi. 16. Sheikh Abdullah bin Bayyah – Mauritania 17. President Muhammadu Buhari – Presiden Nigeria. 18. Amirul Mu’minin Sheikh As-Sultan Muhammadu Sa’adu Abubakar III – Sultan Sokoto Nigeria. 19. Professor KH Said Aqil Siradj – Pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) Indonesia 20. Sheikh Dr Ali Gomanaa – Mesir

21. Seyyed Hasan Nasrallah – Lebanon 22. Sheikh Habib ‘Ali Zain Al Abideen Al-Jifri – Yaman 23. Sheikh Hamza Yusuf Hanson – Amerika Serikat 24. Sheikh Ahmad Tijani bin Ali Cisse – Senegal 25. Sheikha Munira Qubeysi -Syria 26. Sheikh Abdul-Aziz ibn Abdullah Aal A-Sheikh – Arab Saudi 27. Maulana Mahmood Madani – India 28. Sheikh Mustafa Hosny – Mesir 29. Sheikh Usama Al-Sayyid Al-Azhari – Mesir 30. Shah Karim Al-Hussayni – Perancis

31. Sheikh Dr Yusuf Al-Qaradawi – Mesir 32. Habib Luthfi bin Yahya – Ketua Forum Sufi Internasional, Indonesia 33. Sheikh Abdul-Malik Al-Houthi – Yaman 34. Sheikh Mahmud Effendi – Turki 35. Maulana Tariq Jameel – Pakistan 36. President Halimah Yacob – Presiden Singapura 37. Sheikh Muhammad Al-Yaqoubi – Syria 38. Professor Seyyed Hossein Nasr – Amerika Serikat 39. Sheikh Uthman Taha – Syria 40. Sheikh Rached Ghannouchi – Tunisia 41. Mohammed Salah – Pemain Sepakbola asal Mesir 42. Sheikh Muqtada Sadr – Iraq 43. Maulana Nazur ur-Rahman – Pakistan. 44. Moez Masoud – Mesir 45. Dr Timothy Winter (Sheikh Abdal-Hakim Winter) – Inggris 46. Dr Aref Ali Nayed – Libia 47. Sheikh Ibrahim Salih – Nigeria 48. Dr Mohamed Bachari – Perancis. 49. Dr Amr Khalid – Mesir 50. Mullah Haibatullah Akhundzada – Pemimpin Taliban.

Berita

Hadiri Ngaji Bulanan Pesma Daarusshohabah, Kiai Nafi Jelaskan Pentingnya Tasawuf

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Khodimut Thariqah Naqsabandiyah KH. Ahmad Nafi menjelaskan setelah tarbiyah syariat, selanjutnya tarbiyah qulub. Ilmu tasawuf, memperbaiki nafsu, membuka hijab. Orang yang sudah bersyariat, berfiqih, bertasawuf maka itulah orang yang sampai pada hakikat.

“Hakikat adalah sempurnanya iman. Yakni, dalam kitab Lathoiful Isyaroh, hidupnya kalbu bersama Allah kapanpun, dimanapun, dengan siapapun. Kita tidak hanya mencegah hawa nafsu saat ibadah, tapi saat dalam pekerjaan,” kata Kiai Nafi saat mengadiri Pengajian Bulanan di Pesantren Mahasiswa Daarusshohabah, Jalan Pemuda Asli II No. 20 RT 03/03, Rawamangun, DKI Jakarta, Kamis (14/09/2023).

Pengasuh PP Raden Rahmat Sunan Ampel Jember ini menyampaikan kalau baik dengan orang yang baik itu wajar. Kalau hati bersih, ketemu orang maksiat atau buruk atau kriminal saja selalu husnuzon.

“Gimana caranya bersih hati? Kita harus tawadlu berhadapan dengan orang maksiat. Itu diterangkan dalam kitab Nasoihul ibad, caranya lihatlah bahwa rahmat Allah mungkin diberikan pada siapapun yang dikehendaki-Nya, sekalipun manusia itu ahli maksiat. Jika dia mendapat hidayah, bisa husnul khatimah. Kita tidak bisa menjamin bisa husnul khotimah,” jelasnya.

“Bencilah pada perilakunya, jangan benci pada orangnya. Ketika kita tidak bisa tawadlu, berarti ada kesombongan dalam hati,” tambahnya.

Menurut Kiai Nafi, cita-cita mulia adalah baik di dunia dan akhirat, tercegah dari neraka, masuk surga tanpa melihat neraka, tanpa hisab. Gimana caranya? Jadilah orang-orang pilihan Allah. Jadilah orang-orang yang shalih (ibadah dan muamalah).

“Ibadah jangan jasmani saja, isi juga dengan ruhaniyah, sambung dengan Nur Nabi, yakni sambunglah dengan orang-orang yang menjadi jalan menuju Allah. Jadilah orang yang bisa menjadi sahabat terbaik bagi semua orang,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Sebarluaskan Tarekat, JATMAN Jateng dan DIY Gelar Manaqib Kubra

Published

on

Semarang, JATMAN Online – Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) menggelar Manaqib Kubro di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Nyatnyono, Ungaran, Semarang, Sabtu (9/9/2023).

Manaqib Kubro, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar murupakan kegiatan rutin keliling 6 bulan sekali di 41 Syu’biyyah yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Manaqib Kubro ini turut dihadiri oleh perwakilan pengurus Idarah Aliyyah, pengurus Idarah Wustho Jateng dan DIY, Pengurus Syu’biyyah, para masyaikh dan habaib, serta TNI – Porli setempat dan tamu undangan lainnya.

Menurut Mudir JATMAN Jateng KH Ahmad Sa’id Lafif, Musyawarah Idaroh Wustho merupakan program JATMAN yang rutin dilakukan satu tahun dua kali.

“Program ini akan berkelanjutan terus menerus merupakan bagian Khidmah kita terhadap Thoriqoh.Musyawarah Idharoh Wustho ini bentuk komunikasi yang baik, sehingga menjalankan JATMAN Jateng berkembang pesat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,’’ katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal JATMAN Idaroh Aliyyah KH. Mashudi dalam sambutannya menyampaikan atas nama JATMAN Idaroh Aliyyah mengapresiasi kegiatan pengajian akbar dan manaqib kubro ini

“Sejak pagi sampai sekarang dengan pengajian akbar dan tadi kita mengikuti bersama-sama maulidurrasul, kami yakin bahwa ini adalah arena untuk menjadikan majelis ini majelis yang mubarak. Sepulang dari mejelis ini semuanya diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” katanya.

Kiai Mashudi menjelaskan mejelis seperti inilah yang dikemas dan dikawal oleh JATMAN menjadi salah satu ngerem datangnya kiamat.

“Tidak akan terjadi kiamat selagi masih ada orang yang wirid dzikir Allah, Allah, Allah. Itulah garapan dari JATMAN, mengistiqomahkan wirid. Jadi, barangsiapa yang diberikan kekuaran berdzikir maka yang bersangkutan akan diberi tanda-tanda kewalian,” jelasnya.

“Jadi, JATMAN itu bukan hanya diikuti oleh bapak-bapaknya saja tapi ibu-ibunya juga berthoriqoh. Polisi berthoriqoh, tantara berthoriqoh. Mari kita do’akan dengan didampingi TNI-POLRI JATMAN semakin besar. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” tambahnya.

Mudah-mudahan majelis ini, lanjutnya, menjadikan kita semakin cinta kepada Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam. Ketika kita berkhidmah kepada Allah maka segala sesuatu akan tunduk kepada kita.

“Itulah sebabnya JATMAN sedang mengembangkan salah satu lajnah, yaitu lajnah Wathonah (Wanita Thoriqoh an Nahdliyyah). Kemudian lajnah MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al Mu’tabah an Nahdliyyah),” paparnya.

“Mudah-mudahan semua program yang sudah direncanakan oleh Idarah Aliyyah berserta Idaroh Wustho, Syu’biyyah, Ghusniyyah, dan Sa’afiyyah Se-Indonesia dimudahakan Allah dan akhirnya JATMAN menjadi jam’iyyah salah satu yang bisa mengamankan Indonesia yang kita cintai ini, menjadi Indonesia semakin hebat dan maju,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Gus Yaqut Ajak Umat Islam Gelar Shalat Istisqa

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Seiring dengan kemarau panjang yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, yang membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengajak umat Islam untuk menggelar Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan.

“Kementerian Agama mengajak umat Islam untuk melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan,” kata Gus Yaqut di Jakarta, Jumat (15/09).

Ia mengatakan sesuai dengan namanya, al-istisqa’, adalah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Para ulama fikih mendefinisikan Shalat Istisqa sebagai shalat sunah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.

Shalat Istisqa pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, seperti yang dikisahkan lewat hadis riwayat Abu Hurairah RA.

Menurut Gus Yaqut, Shalat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar batin sekaligus bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

“Memohon agar Allah menurunkan hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda. Amin,” ujarnya.

Adapun pelaksanaan Shalat Istisqa sama dengan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Sesudah Takbiratul Ihram, melakukan takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali takbir pada rakaat kedua.

Setelah membaca Surat Al-Fatihah dan lainnya, lalu rukuk, sujud hingga duduk tahiyyat kemudian salam.

Khatib lalu menyampaikan khutbah sama seperti khutbah Idul Fitri dan Idul Adha. Khutbah dianjurkan mengajak umat Islam untuk bertobat, meminta ampun atas segala dosa, serta memperbanyak istighfar dengan harapan Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan makhluk hidup lainnya pada saat kemarau panjang.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending