Connect with us

Berita

FUSA UIN SUTHA JAMBI Adakan Bedah Kitab Tafsir Al-Jailani

Published

on

Jambi, JATMAN Online – Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN SUTHA Jambi melaksanakan Bedah Kitab Tafsir Al-Jailani versi terjamahan bahasa Indonesia bersama Prof. Dr. Syarif Fadhil Al-Jailani Al-Hasani di Auditorium Kampus I UIN Telanaipura, Jambi (28/03).

UIN sebagai fasilitator kegiatan ini berharap outputnya dapat menyatukan visi misi bersama. Kegiatan ini merupakan implementasi program dari pemerintah pusat di daerah pada bidang keagamaan. Bedah buku ini menghadirkan 50 Ulama, Akademisi dan Cendikiawan.

“Tafsir ini juga merupakan tafsir yang langka dan agak sulit bagi kita untuk bertemu langsung dengan penulis tafsirnya. Untuk itu kita mengundang langsung para ulama, santri, cendikiawan untuk nantinya bisa berkontribusi menggunakan tafsir ini sebagai rujukan-rujukan dalam mengkaji permasalahan keagamaan Islam,” kata Dekan FUSA.

Rektor UIN Jambi Prof. Dr. H. Su’aidi, Asyari,MA.,Ph.D, berharap dengan acara ini kita ingin menjawab tantangan zaman, bahwa UIN tidak hanya bisa bicara tentang agama saja, tetapi juga tentang kesehatan, ilmu sains dan teknologi.

“Kita akan mengikuti perkembangan ilmu sains dengan tidak meninggalkan Al-Quran, fiqh, ilmu tafsir dan hadis. Beliau berpesan, Mudah-mudahan kita semua dapat mencerna ilmu yang diberikan oleh Syekh Syarif Fadhil, beliau datang jauh dari Turki merupakan kesempatan bagi kita untuk mendapatkan informasi secara langsung dan ini merupakan momen yang langka. Maka dari itu kita semua harus memanfaatkannya untuk bisa mereview dan mendiskusikan langsung,” katanya.

Ketua Markaz Al-Jailani Asia Tenggara KH. Danil Nafis, M.Si menyampaikan cerita tentang tafsir Al-Jailani ini mempunyai identifikasi yang cukup tasawuf dan bisa dikatakan tafsir isyari. Didalam tafsir ini ada bentuk hikmah keilmuan. Tafsir kitab Al-Jailani saat ini telah tersedia dalam 32 Bahasa, salah satunya bahasa Indonesia.

“Syekh Fadhil sudah mencari karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dengan mencari manuskrip selama lebih kurang 40 tahun. Hasil pencarian itulah yang kita lihat saat ini didepan kita. Manuskrip tafsir ini telah hilang lebih kurang 800 tahun dan Syekh Syarif Fadhil menemukan manuskripnya di Vatikan,” jelas Mudir Wustha JATMAN DKI Jakarta.

Pada saat kegiatan berlangsung, Syekh Syarif Fadhil menjelaskan bahwa beliau sangat senang kegiatan ini berlangsung setelah tiga tahun tidak bisa berkunjung ke Indonesia.

“Rasa kerinduan itu terjawab dengan diadakan kegiatan ini, ketika Tafsir yang ini saya buat dalam bahasa arab, yang hanya bisa memahami hanyalah orang berilmu, dengan adanya terjemahan ini tentu akan bisa lebih luas diketahui orang dengan bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Sekilas makna tafsir yang disampaikan beliau bahwa Syekh Abdul Qadir Al-Jailani membagi ilmu dalam tiga bagian: ilmu hakikat, ilmu maknawi, ilmu umum.

Turut dihadiri dalam kegiatan ini Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, Danrem 042 GAPU, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi dan Ketua Markaz Al-Jailani Asia Tenggara. Kegiatan ini juga dilaksanakan sekaligus MoU UIN SUTHA dan MoA Fakultas Ushuluddin Studi Agama dengan Markaz Al-Jailani Cabang Asia Tenggara.

Continue Reading

Berita

Hadiri Ngaji Bulanan Pesma Daarusshohabah, Kiai Nafi Jelaskan Pentingnya Tasawuf

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Khodimut Thariqah Naqsabandiyah KH. Ahmad Nafi menjelaskan setelah tarbiyah syariat, selanjutnya tarbiyah qulub. Ilmu tasawuf, memperbaiki nafsu, membuka hijab. Orang yang sudah bersyariat, berfiqih, bertasawuf maka itulah orang yang sampai pada hakikat.

“Hakikat adalah sempurnanya iman. Yakni, dalam kitab Lathoiful Isyaroh, hidupnya kalbu bersama Allah kapanpun, dimanapun, dengan siapapun. Kita tidak hanya mencegah hawa nafsu saat ibadah, tapi saat dalam pekerjaan,” kata Kiai Nafi saat mengadiri Pengajian Bulanan di Pesantren Mahasiswa Daarusshohabah, Jalan Pemuda Asli II No. 20 RT 03/03, Rawamangun, DKI Jakarta, Kamis (14/09/2023).

Pengasuh PP Raden Rahmat Sunan Ampel Jember ini menyampaikan kalau baik dengan orang yang baik itu wajar. Kalau hati bersih, ketemu orang maksiat atau buruk atau kriminal saja selalu husnuzon.

“Gimana caranya bersih hati? Kita harus tawadlu berhadapan dengan orang maksiat. Itu diterangkan dalam kitab Nasoihul ibad, caranya lihatlah bahwa rahmat Allah mungkin diberikan pada siapapun yang dikehendaki-Nya, sekalipun manusia itu ahli maksiat. Jika dia mendapat hidayah, bisa husnul khatimah. Kita tidak bisa menjamin bisa husnul khotimah,” jelasnya.

“Bencilah pada perilakunya, jangan benci pada orangnya. Ketika kita tidak bisa tawadlu, berarti ada kesombongan dalam hati,” tambahnya.

Menurut Kiai Nafi, cita-cita mulia adalah baik di dunia dan akhirat, tercegah dari neraka, masuk surga tanpa melihat neraka, tanpa hisab. Gimana caranya? Jadilah orang-orang pilihan Allah. Jadilah orang-orang yang shalih (ibadah dan muamalah).

“Ibadah jangan jasmani saja, isi juga dengan ruhaniyah, sambung dengan Nur Nabi, yakni sambunglah dengan orang-orang yang menjadi jalan menuju Allah. Jadilah orang yang bisa menjadi sahabat terbaik bagi semua orang,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Sebarluaskan Tarekat, JATMAN Jateng dan DIY Gelar Manaqib Kubra

Published

on

Semarang, JATMAN Online – Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) menggelar Manaqib Kubro di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Nyatnyono, Ungaran, Semarang, Sabtu (9/9/2023).

Manaqib Kubro, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar murupakan kegiatan rutin keliling 6 bulan sekali di 41 Syu’biyyah yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Manaqib Kubro ini turut dihadiri oleh perwakilan pengurus Idarah Aliyyah, pengurus Idarah Wustho Jateng dan DIY, Pengurus Syu’biyyah, para masyaikh dan habaib, serta TNI – Porli setempat dan tamu undangan lainnya.

Menurut Mudir JATMAN Jateng KH Ahmad Sa’id Lafif, Musyawarah Idaroh Wustho merupakan program JATMAN yang rutin dilakukan satu tahun dua kali.

“Program ini akan berkelanjutan terus menerus merupakan bagian Khidmah kita terhadap Thoriqoh.Musyawarah Idharoh Wustho ini bentuk komunikasi yang baik, sehingga menjalankan JATMAN Jateng berkembang pesat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,’’ katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal JATMAN Idaroh Aliyyah KH. Mashudi dalam sambutannya menyampaikan atas nama JATMAN Idaroh Aliyyah mengapresiasi kegiatan pengajian akbar dan manaqib kubro ini

“Sejak pagi sampai sekarang dengan pengajian akbar dan tadi kita mengikuti bersama-sama maulidurrasul, kami yakin bahwa ini adalah arena untuk menjadikan majelis ini majelis yang mubarak. Sepulang dari mejelis ini semuanya diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” katanya.

Kiai Mashudi menjelaskan mejelis seperti inilah yang dikemas dan dikawal oleh JATMAN menjadi salah satu ngerem datangnya kiamat.

“Tidak akan terjadi kiamat selagi masih ada orang yang wirid dzikir Allah, Allah, Allah. Itulah garapan dari JATMAN, mengistiqomahkan wirid. Jadi, barangsiapa yang diberikan kekuaran berdzikir maka yang bersangkutan akan diberi tanda-tanda kewalian,” jelasnya.

“Jadi, JATMAN itu bukan hanya diikuti oleh bapak-bapaknya saja tapi ibu-ibunya juga berthoriqoh. Polisi berthoriqoh, tantara berthoriqoh. Mari kita do’akan dengan didampingi TNI-POLRI JATMAN semakin besar. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” tambahnya.

Mudah-mudahan majelis ini, lanjutnya, menjadikan kita semakin cinta kepada Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam. Ketika kita berkhidmah kepada Allah maka segala sesuatu akan tunduk kepada kita.

“Itulah sebabnya JATMAN sedang mengembangkan salah satu lajnah, yaitu lajnah Wathonah (Wanita Thoriqoh an Nahdliyyah). Kemudian lajnah MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al Mu’tabah an Nahdliyyah),” paparnya.

“Mudah-mudahan semua program yang sudah direncanakan oleh Idarah Aliyyah berserta Idaroh Wustho, Syu’biyyah, Ghusniyyah, dan Sa’afiyyah Se-Indonesia dimudahakan Allah dan akhirnya JATMAN menjadi jam’iyyah salah satu yang bisa mengamankan Indonesia yang kita cintai ini, menjadi Indonesia semakin hebat dan maju,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Gus Yaqut Ajak Umat Islam Gelar Shalat Istisqa

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Seiring dengan kemarau panjang yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, yang membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengajak umat Islam untuk menggelar Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan.

“Kementerian Agama mengajak umat Islam untuk melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan,” kata Gus Yaqut di Jakarta, Jumat (15/09).

Ia mengatakan sesuai dengan namanya, al-istisqa’, adalah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Para ulama fikih mendefinisikan Shalat Istisqa sebagai shalat sunah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.

Shalat Istisqa pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, seperti yang dikisahkan lewat hadis riwayat Abu Hurairah RA.

Menurut Gus Yaqut, Shalat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar batin sekaligus bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

“Memohon agar Allah menurunkan hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda. Amin,” ujarnya.

Adapun pelaksanaan Shalat Istisqa sama dengan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Sesudah Takbiratul Ihram, melakukan takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali takbir pada rakaat kedua.

Setelah membaca Surat Al-Fatihah dan lainnya, lalu rukuk, sujud hingga duduk tahiyyat kemudian salam.

Khatib lalu menyampaikan khutbah sama seperti khutbah Idul Fitri dan Idul Adha. Khutbah dianjurkan mengajak umat Islam untuk bertobat, meminta ampun atas segala dosa, serta memperbanyak istighfar dengan harapan Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan makhluk hidup lainnya pada saat kemarau panjang.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending